Review Film Ngeri-Ngeri Sedap (2022): Drama Keluarga yang Relate, Tapi Apakah Sesuai Ekspektasi?
biasa saja Drama keluarga Reting RendahFilm Indonesia mempunyai cukup banyak cerita yang mengangkat kehidupan keluarga, salah satunya adalah Ngeri-Ngeri Sedap.
Film yang disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk ini mengangkat cerita mengenai sebuah keluarga Batak yang mempunyai berbagai masalah dalam hubungan antara orang tua dan anak-anaknya, karena penasaran akhirnya saya mencoba menonton film ini di NSC Demak. Dan kebetulan ketika saya mau membeli tiket ternyata hanya tersisa satu jadwal yaitu jam 11 siang. Akhirnya ya sudah saya ambil saja jadwal tersebut, toh sekalian penasaran seperti apa filmnya.
Karena pada akhirnya, keluarga bukan hanya tentang siapa yang paling benar, tetapi juga tentang bagaimana setiap anggotanya bisa saling memahami tanpa harus selalu memaksakan kehendak masing-masing.
Awalnya, kalau melihat judul dan bagaimana film ini dikenal sebagai drama komedi, saya membayangkan bahwa Ngeri-Ngeri Sedap akan menjadi film yang cukup menghibur dengan banyak adegan lucu di dalamnya.
Apalagi film ini juga mengangkat budaya Batak yang menurut saya menjadi salah satu hal menarik untuk dibahas.
Tapi setelah melihat bagaimana cerita film ini berjalan, saya merasa Ngeri-Ngeri Sedap bukan hanya sekadar film komedi tentang keluarga.
Justru ada banyak masalah yang menurut saya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama mengenai bagaimana orang tua terkadang mempunyai ekspektasi tertentu terhadap anak-anaknya, sementara anak-anak mereka sendiri sebenarnya mempunyai keinginan dan pilihan hidup yang berbeda.
Hal seperti ini menurut saya cukup menarik karena konflik yang diangkat tidak sepenuhnya terasa seperti sesuatu yang hanya dibuat untuk kebutuhan film.
Ada beberapa situasi yang mungkin pernah dialami oleh banyak orang, terutama ketika berbicara mengenai hubungan antara orang tua dan anak.
Namun, tentu saja bukan berarti film ini sepenuhnya sempurna.
Jadi kali ini saya ingin membahas Ngeri-Ngeri Sedap dari sudut pandang pribadi, mulai dari bagaimana film ini membangun konflik keluarga, penggunaan unsur komedinya, sampai beberapa hal yang menurut saya masih menjadi kekurangan.
Sinopsis Singkat: Ngeri-Ngeri Sedap
Ngeri-Ngeri Sedap bercerita mengenai keluarga Batak yang terdiri dari Pak Domu, Mak Domu, serta keempat anak mereka, yaitu Domu, Sarma, Gabe, dan Sahat.
Keempat anak tersebut mempunyai kehidupan dan kesibukan masing-masing. Sebagian dari mereka sudah merantau dan menjalani kehidupan di luar kampung halaman, sementara hubungan mereka dengan Pak Domu juga tidak bisa dibilang baik-baik saja.
Pak Domu merupakan sosok ayah yang cukup keras dan sangat menjunjung tinggi adat serta nilai-nilai yang selama ini dipegangnya.
Masalahnya, pandangan Pak Domu tidak selalu sejalan dengan keinginan anak-anaknya.
Mulai dari urusan pasangan hidup, pilihan karier, sampai bagaimana mereka ingin menjalani kehidupan masing-masing, ada cukup banyak perbedaan pendapat yang akhirnya membuat hubungan mereka menjadi renggang.
Ketika keluarga tersebut membutuhkan kehadiran anak-anaknya untuk sebuah acara keluarga, Pak Domu dan Mak Domu kemudian mempunyai ide untuk berpura-pura ingin bercerai agar anak-anak mereka mau pulang ke kampung halaman.
Rencana tersebut akhirnya membuat keempat anak mereka kembali berkumpul.
Tapi masalahnya, berkumpulnya seluruh anggota keluarga tidak serta-merta membuat semua masalah yang selama ini ada menjadi selesai.
Justru dari sini film mulai memperlihatkan bagaimana hubungan antara orang tua dan anak bisa menjadi rumit ketika terlalu banyak perasaan yang dipendam dan tidak pernah benar-benar dibicarakan.
Secara konsep, menurut saya cerita seperti ini cukup menarik.
Karena konflik yang diangkat sebenarnya sederhana, yaitu keinginan orang tua yang tidak selalu sejalan dengan keinginan anak-anaknya.
Tapi ketika hal tersebut dikaitkan dengan adat, ekspektasi keluarga, dan ego masing-masing karakter, masalah yang awalnya terlihat sederhana justru bisa menjadi sesuatu yang cukup rumit.
POV: Opini Jujur dan Hal-Hal yang Menarik dari Ngeri-Ngeri Sedap
Budaya Batak Menjadi Salah Satu Daya Tarik Terbesarnya
Kalau membahas Ngeri-Ngeri Sedap, menurut saya kita tidak bisa mengabaikan bagaimana film ini mengangkat budaya Batak sebagai bagian penting dari ceritanya.
Mulai dari cara para karakter berbicara, hubungan antaranggota keluarga, sampai bagaimana adat mempunyai pengaruh terhadap keputusan yang mereka ambil, semuanya menjadi bagian dari identitas film ini.
Menurut saya, hal seperti ini cukup menarik karena budaya yang ditampilkan tidak hanya digunakan sebagai latar belakang cerita.
Justru banyak konflik yang terjadi di dalam film mempunyai hubungan langsung dengan nilai-nilai keluarga dan adat yang dipegang oleh para karakternya.
Pak Domu, misalnya, mempunyai pandangan tersendiri mengenai bagaimana anak-anaknya seharusnya menjalani kehidupan.
Di satu sisi, kita bisa memahami bahwa dia ingin anak-anaknya mempunyai kehidupan yang baik.
Tapi di sisi lain, cara Pak Domu menyampaikan keinginannya terkadang justru membuat anak-anaknya merasa tidak didengarkan.
Nah, menurut saya bagian seperti ini yang membuat konflik dalam Ngeri-Ngeri Sedap terasa cukup menarik.
Meskipun film ini secara spesifik mengangkat keluarga Batak, menurut saya konflik seperti ini tetap bisa dipahami oleh penonton dari latar belakang budaya yang berbeda.
Karena pada akhirnya, masalah mengenai ekspektasi orang tua dan keinginan anak bukan sesuatu yang hanya terjadi dalam satu keluarga atau satu budaya tertentu.
Konflik Orang Tua dan Anak Terasa Cukup Relate
Salah satu hal yang paling saya suka dari Ngeri-Ngeri Sedap adalah bagaimana film ini membangun konflik antara Pak Domu dan anak-anaknya.
Menurut saya, konflik tersebut menjadi bagian yang cukup kuat karena tidak hanya membahas perbedaan pendapat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah hubungan bisa menjadi renggang ketika masing-masing pihak merasa dirinya paling benar.
Pak Domu mempunyai pandangan mengenai kehidupan yang menurutnya paling baik untuk anak-anaknya.
Sementara itu, anak-anaknya juga mempunyai keinginan sendiri yang belum tentu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh sang ayah.
Masalahnya, perbedaan tersebut tidak selalu diselesaikan melalui komunikasi yang baik.
Ada perasaan kecewa, ketidakpuasan, dan masalah lama yang akhirnya terus terbawa sampai hubungan mereka menjadi semakin rumit.
Buat saya, ini merupakan salah satu bagian yang cukup menarik karena film tidak langsung membuat konflik tersebut terasa sederhana.
Kita bisa memahami alasan Pak Domu ingin mengatur kehidupan anak-anaknya, tetapi kita juga bisa memahami kenapa anak-anaknya merasa tidak nyaman dengan sikap tersebut.
Menurut saya, konflik seperti ini justru lebih menarik dibandingkan cerita yang hanya membuat satu karakter sepenuhnya benar dan karakter lainnya sepenuhnya salah.
Karena dalam kehidupan sehari-hari, masalah keluarga terkadang tidak sesederhana itu.
Setiap orang mempunyai sudut pandang masing-masing, dan terkadang masalah menjadi semakin besar bukan karena tidak adanya rasa sayang, tetapi karena setiap orang merasa bahwa caranya sendiri merupakan cara yang paling benar.
Komedinya Cukup Menghibur, Tapi Tidak Selalu Menjadi Fokus Utama
Karena Ngeri-Ngeri Sedap dikenal sebagai film drama komedi, saya merasa unsur komedi menjadi salah satu hal yang cukup penting untuk dibahas.
Menurut saya, interaksi antara para karakter anak menjadi salah satu sumber hiburan yang cukup menarik.
Cara mereka berinteraksi, perbedaan sifat masing-masing, dan situasi yang muncul ketika mereka kembali berkumpul membuat beberapa bagian terasa menghibur.
Apalagi ketika mereka harus menghadapi situasi keluarga yang sebenarnya cukup serius, tetapi pada saat yang sama masih mempunyai kebiasaan dan cara bercanda masing-masing.
Hal seperti ini membuat hubungan antarkarakter terasa lebih hidup.
Tapi kalau boleh jujur, menurut saya kekuatan utama film ini justru bukan berada pada komedinya saja.
Ada cukup banyak bagian yang lebih berfokus pada drama keluarga dan konflik emosional para karakternya.
Jadi kalau ada penonton yang datang dengan ekspektasi ingin melihat film komedi yang terus-menerus mengundang tawa, mungkin pengalaman menontonnya akan sedikit berbeda dari yang dibayangkan.
Karena menurut saya, komedi dalam film ini lebih banyak digunakan untuk membuat interaksi keluarga terasa natural sekaligus memberikan ruang bagi penonton untuk menikmati cerita sebelum kembali masuk ke konflik yang lebih serius.
Dan menurut saya pendekatan seperti ini cukup masuk akal.
Karena kalau seluruh konflik keluarga dibawakan dengan suasana yang terlalu serius sejak awal, film mungkin akan terasa lebih berat.
Dengan adanya unsur komedi, penonton bisa melihat sisi lain dari hubungan keluarga tersebut sebelum akhirnya memahami masalah yang sebenarnya mereka hadapi.
Karakter Pak Domu Menurut Saya Cukup Menarik untuk Dibahas
Nah, kalau ada satu karakter yang menurut saya cukup menarik untuk dibahas lebih jauh, karakter tersebut adalah Pak Domu.
Pak Domu digambarkan sebagai sosok ayah yang keras, mempunyai prinsip kuat, dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai yang selama ini dipegangnya.
Tapi masalahnya, dia terkadang terlalu berfokus pada bagaimana anak-anaknya seharusnya menjalani kehidupan, sampai kurang memberikan ruang bagi mereka untuk menentukan pilihan sendiri.
Menurut saya, karakter seperti ini cukup menarik karena sikapnya tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi.
Di satu sisi, ada keinginan untuk menjaga keluarga dan memastikan anak-anaknya mempunyai kehidupan yang baik.
Tapi di sisi lain, keinginan tersebut justru bisa menjadi sumber masalah ketika tidak disertai kemampuan untuk mendengarkan dan memahami apa yang sebenarnya diinginkan oleh anak-anaknya.
Buat saya, bagian yang menarik bukan hanya ketika Pak Domu berselisih paham dengan anak-anaknya.
Justru yang lebih penting adalah bagaimana sikapnya memengaruhi hubungan mereka dalam jangka panjang.
Karena terkadang orang tua merasa bahwa selama tujuannya baik, cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut tidak terlalu menjadi masalah.
Padahal menurut saya, cara menyampaikan keinginan juga mempunyai pengaruh besar terhadap bagaimana anak menerima sesuatu.
Ketika anak terus-menerus merasa bahwa pendapatnya tidak dihargai, hubungan yang seharusnya dekat justru bisa menjadi semakin jauh.
Dan menurut saya, Ngeri-Ngeri Sedap cukup berhasil menjadikan persoalan tersebut sebagai bagian penting dari cerita.
Peran Sarma Menurut Saya Juga Cukup Menarik
Selain hubungan Pak Domu dengan anak-anak laki-lakinya, saya juga merasa posisi Sarma menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan.
Dalam keluarga tersebut, Sarma mempunyai posisi yang berbeda dibandingkan saudara-saudaranya yang lain.
Menurut saya, hal ini membuat film mempunyai ruang untuk memperlihatkan bahwa setiap anak bisa mengalami tekanan keluarga dengan cara yang berbeda.
Ketika membahas konflik keluarga, terkadang perhatian kita lebih mudah tertuju pada perselisihan antara ayah dan anak laki-laki.
Padahal, pengalaman anak perempuan dalam keluarga juga bisa mempunyai persoalan tersendiri.
Ada ekspektasi, tanggung jawab, dan perasaan yang belum tentu mendapatkan perhatian yang sama.
Menurut saya, keberadaan Sarma membuat dinamika keluarga dalam film ini terasa lebih luas karena konflik yang diangkat tidak hanya berfokus pada perbedaan pendapat antara Pak Domu dan anak-anaknya secara umum.
Namun, saya merasa pembahasan mengenai posisi Sarma juga bisa dikembangkan lebih jauh.
Karena menurut saya, persoalan mengenai bagaimana tanggung jawab dan ekspektasi keluarga dibebankan kepada anak perempuan merupakan hal yang cukup menarik untuk dibahas secara lebih mendalam.
Meski begitu, keberadaan karakter ini tetap memberikan sudut pandang yang berbeda dalam melihat bagaimana setiap anggota keluarga menghadapi masalah yang sama dengan cara masing-masing.
Pesan Mengenai Komunikasi Menurut Saya Cukup Kuat
Satu hal lain yang menurut saya menjadi kekuatan Ngeri-Ngeri Sedap adalah pesan mengenai pentingnya komunikasi dalam keluarga.
Film ini memperlihatkan bahwa hubungan keluarga tidak selalu berjalan baik hanya karena setiap anggotanya saling menyayangi.
Terkadang ada masalah yang terus dibiarkan, pendapat yang tidak pernah benar-benar didengarkan, dan perasaan yang akhirnya dipendam karena tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya.
Ketika hal tersebut terus terjadi, hubungan yang seharusnya dekat justru bisa menjadi semakin rumit.
Menurut saya, ini merupakan salah satu pesan yang cukup relevan karena dalam kehidupan sehari-hari, kita terkadang terlalu berfokus pada apa yang ingin disampaikan tanpa benar-benar mencoba memahami apa yang sedang dirasakan oleh orang lain.
Hal yang sama juga bisa terjadi dalam keluarga.
Orang tua merasa sudah melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya, sementara anak-anak merasa bahwa keinginan dan pendapat mereka tidak pernah benar-benar dipahami.
Akhirnya, kedua belah pihak sama-sama merasa kecewa.
Buat saya, film ini cukup menarik karena mencoba memperlihatkan bahwa masalah seperti itu tidak selalu bisa diselesaikan hanya dengan berkumpul kembali sebagai keluarga.
Ada hal-hal yang perlu dibicarakan secara terbuka, ada sikap yang perlu diperbaiki, dan ada juga ego yang harus dikurangi.
Namun, menurut saya, pesan seperti ini akan terasa lebih kuat ketika tidak hanya disampaikan melalui dialog, tetapi juga benar-benar terlihat dalam perkembangan hubungan para karakternya.
Tapi Penyelesaian Konfliknya Menurut Saya Masih Bisa Lebih Baik
Nah, kalau dari sisi kekurangan, salah satu hal yang menurut saya masih bisa diperbaiki adalah bagaimana film menyelesaikan konflik yang sudah dibangun sejak awal.
Ngeri-Ngeri Sedap mempunyai persoalan keluarga yang cukup kompleks.
Hubungan antara Pak Domu dan anak-anaknya tidak menjadi renggang begitu saja dalam satu hari.
Ada perbedaan pandangan, masalah komunikasi, dan perasaan yang sudah menumpuk selama bertahun-tahun.
Karena itu, menurut saya penyelesaian konflik seperti ini membutuhkan proses yang cukup meyakinkan agar penonton bisa benar-benar merasakan perubahan hubungan di antara mereka.
Masalahnya, beberapa bagian menjelang akhir menurut saya terasa cukup cepat dibandingkan dengan konflik yang sudah dibangun sebelumnya.
Saya memahami bahwa film mempunyai durasi terbatas dan tidak mungkin menjelaskan seluruh persoalan keluarga secara terlalu panjang.
Tapi ketika masalahnya sudah dibuat cukup besar, saya pribadi berharap proses penyelesaiannya juga mendapatkan ruang yang sepadan.
Karena kalau tidak, perubahan hubungan antarkarakter bisa terasa kurang maksimal.
Bukan berarti akhir ceritanya tidak bisa diterima.
Hanya saja, menurut saya ada beberapa bagian yang sebenarnya masih bisa dikembangkan agar penyelesaian konfliknya terasa lebih kuat secara emosional.
Ceritanya Menarik, Tapi Ada Beberapa Bagian yang Bisa Dikembangkan Lebih Jauh
Selain penyelesaian konflik, saya juga merasa beberapa persoalan yang diangkat dalam film ini sebenarnya mempunyai potensi untuk dibahas lebih dalam.
Misalnya mengenai bagaimana adat dan ekspektasi keluarga memengaruhi pilihan hidup anak-anaknya.
Menurut saya, ini merupakan salah satu tema yang cukup menarik karena konflik tersebut tidak hanya berkaitan dengan perbedaan pendapat biasa.
Ada nilai-nilai yang sudah dipegang sejak lama, ada keinginan orang tua untuk mempertahankan prinsipnya, dan ada anak-anak yang ingin mempunyai kebebasan untuk menentukan masa depan mereka sendiri.
Semua hal tersebut sebenarnya bisa menjadi bahan cerita yang cukup kuat.
Tapi ketika beberapa persoalan muncul secara bersamaan, saya merasa ada bagian tertentu yang bisa mendapatkan pengembangan lebih jauh.
Terutama karena setiap karakter mempunyai latar belakang dan permasalahan masing-masing.
Saya pribadi ingin melihat beberapa konflik tersebut dibahas lebih mendalam agar penonton bisa memahami bukan hanya apa yang sedang mereka perdebatkan, tetapi juga kenapa masalah tersebut begitu penting bagi masing-masing karakter.
Meski begitu, saya juga memahami bahwa tidak semua persoalan harus dijelaskan secara panjang lebar dalam satu film.
Jadi bagi saya, ini lebih kepada potensi cerita yang menurut saya masih bisa dikembangkan, bukan berarti keseluruhan cerita yang disajikan tidak berhasil.
Kelebihan dan Kekurangan dari Film Ngeri-Ngeri Sedap
Kelebihan
1. Penggunaan budaya Batak terasa kuat
Film ini berhasil menjadikan budaya Batak sebagai bagian penting dari cerita, mulai dari bahasa, tradisi, sampai dinamika hubungan keluarga.
Menurut saya, hal tersebut membuat film mempunyai identitas yang jelas sekaligus memberikan sudut pandang yang menarik bagi penonton.
2. Konflik keluarga terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari
Persoalan mengenai ekspektasi orang tua, pilihan hidup anak, dan perbedaan pandangan menjadi salah satu kekuatan terbesar film ini.
Buat saya, konflik seperti ini membuat cerita terasa relevan karena tidak hanya berbicara mengenai satu keluarga, tetapi juga mengenai masalah yang bisa terjadi dalam banyak keluarga.
3. Komedi dan drama mempunyai keseimbangan yang cukup baik
Unsur komedi membuat interaksi antarkarakter terasa lebih menghibur, sementara drama keluarga memberikan kedalaman emosional pada cerita.
Menurut saya, perpaduan keduanya membuat film tidak hanya berfokus pada kelucuan, tetapi juga mempunyai sesuatu yang bisa direnungkan setelah selesai menonton.
4. Karakter Pak Domu mempunyai konflik yang menarik
Pak Domu bukan sekadar karakter ayah yang keras kepala.
Ada perbedaan antara apa yang menurutnya terbaik untuk keluarga dan bagaimana sikapnya justru memengaruhi hubungan dengan anak-anaknya.
Menurut saya, hal tersebut membuat karakternya cukup menarik untuk dibahas.
5. Pesan mengenai komunikasi keluarga cukup relevan
Film ini mengingatkan bahwa rasa sayang saja terkadang tidak cukup untuk menjaga hubungan keluarga tetap baik.
Menurut saya, kemampuan untuk mendengarkan, memahami, dan menghargai pilihan orang lain juga mempunyai peran yang sangat penting.
Kekurangan
1. Penyelesaian konflik terasa cukup cepat
Beberapa persoalan keluarga yang sudah dibangun sejak awal menurut saya masih bisa mendapatkan penyelesaian yang lebih mendalam.
Terutama karena konflik antara Pak Domu dan anak-anaknya terasa seperti masalah yang sudah berlangsung cukup lama.
2. Beberapa konflik masih bisa dikembangkan lebih jauh
Persoalan mengenai adat, ekspektasi keluarga, dan pilihan hidup sebenarnya mempunyai potensi yang cukup besar.
Menurut saya, ada beberapa bagian yang masih bisa dikembangkan agar setiap karakter mendapatkan ruang yang lebih seimbang untuk menjelaskan sudut pandangnya.
3. Porsi komedinya mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi semua penonton
Bagi penonton yang mengharapkan komedi sebagai fokus utama, film ini mungkin terasa berbeda dari yang dibayangkan.
Karena menurut saya, drama keluarga justru menjadi bagian yang cukup dominan dalam cerita.
Meski begitu, hal ini juga bergantung pada ekspektasi masing-masing penonton terhadap film tersebut.
Kesimpulan: Apakah Ngeri-Ngeri Sedap (2022) Masih Layak Ditonton?
Secara pribadi, menurut saya Ngeri-Ngeri Sedap merupakan film Indonesia yang cukup menarik untuk ditonton, terutama kalau kalian menyukai cerita yang mengangkat dinamika keluarga dengan konflik yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ada banyak hal yang menurut saya berhasil dari film ini.
Penggunaan budaya Batak memberikan identitas yang kuat, hubungan antara orang tua dan anak menjadi sumber konflik yang menarik, dan perpaduan komedi dengan drama membuat ceritanya tidak terasa terlalu berat sepanjang waktu.
Saya juga suka bagaimana film ini memperlihatkan bahwa masalah keluarga terkadang tidak sesederhana menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah.
Ada orang tua yang merasa sudah melakukan yang terbaik, tetapi tidak menyadari bahwa caranya justru membuat anak-anaknya merasa tidak didengarkan.
Ada juga anak-anak yang mempunyai keinginan sendiri, tetapi kesulitan menyampaikan perasaannya karena hubungan dengan orang tua sudah terlanjur rumit.
Menurut saya, hal seperti ini menjadi salah satu alasan kenapa cerita Ngeri-Ngeri Sedap bisa terasa cukup relevan bagi banyak orang.
Tapi di sisi lain, saya merasa film ini masih mempunyai beberapa kekurangan, terutama dalam penyelesaian konflik dan pengembangan beberapa persoalan yang sebenarnya mempunyai potensi cukup besar.
Bukan berarti kekurangan tersebut membuat film ini menjadi jelek.
Hanya saja, menurut saya ada beberapa bagian yang bisa dibuat lebih kuat agar perkembangan hubungan antarkarakter terasa lebih meyakinkan.
Kalau ditanya apakah saya akan merekomendasikan film ini?
Menurut saya, iya.
Terutama kalau kalian ingin menonton film Indonesia yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membahas hubungan keluarga, perbedaan generasi, dan bagaimana ekspektasi orang tua bisa memengaruhi kehidupan anak-anaknya.
Namun, saya menyarankan agar kalian tidak datang dengan ekspektasi bahwa film ini akan menjadi komedi yang terus-menerus mengundang tawa.
Karena menurut saya, daya tarik utamanya justru berada pada drama keluarga yang menjadi inti cerita.
Untuk rating pribadi, saya akan memberikan nilai 8/10.
Nilai tersebut saya berikan karena menurut saya Ngeri-Ngeri Sedap berhasil mengangkat konflik keluarga dengan cara yang cukup menarik, mempunyai identitas budaya yang kuat, dan menyampaikan pesan yang relevan tanpa kehilangan unsur hiburannya.
Memang masih ada beberapa bagian yang menurut saya bisa dikembangkan lebih jauh, terutama dalam penyelesaian konflik.
Tapi secara keseluruhan, film ini tetap mempunyai cukup banyak hal yang membuatnya layak untuk ditonton.
Pada akhirnya, menurut saya hal paling menarik dari Ngeri-Ngeri Sedap bukan hanya bagaimana film ini membuat penonton tertawa atau tersentuh, tetapi bagaimana ceritanya mengingatkan kita bahwa hubungan keluarga tidak selalu bisa dipertahankan hanya dengan rasa sayang.
Terkadang, kita juga perlu belajar mendengarkan, memahami sudut pandang orang lain, dan menerima bahwa orang yang kita sayangi belum tentu mempunyai keinginan yang sama dengan kita.
Karena pada akhirnya, keluarga bukan hanya tentang siapa yang paling benar, tetapi juga tentang bagaimana setiap anggotanya bisa saling memahami tanpa harus selalu memaksakan kehendak masing-masing.



