Review Film Sekawan Limo: Horor-Komedi Kental Jawa Timuran yang Terasa Jujur

Review Film Sekawan Limo: Horor-Komedi Kental Jawa Timuran yang Terasa Jujur

Sekawan Limo


Film horror komedi Indonesia belakangan ini memang semakin banyak bermunculan di layar lebar, mulai dari film yang mengandalkan jokes tongkrongan sampai film yang mencoba menggabungkan unsur budaya lokal dengan cerita horror. Salah satu film yang cukup menarik perhatian adalah Sekawan Limo yang tayang pada tahun 2024 dan disutradarai sekaligus dibintangi oleh Bayu Skak.

Sebagai penikmat film horror komedi, saya tentu saja cukup penasaran dengan film ini. Apalagi Sekawan Limo membawa tema yang cukup dekat dengan masyarakat Indonesia yaitu pendakian gunung yang kemudian dikombinasikan dengan mitos dan teror makhluk gaib. Tema pendakian dan kejadian mistis seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi bagaimana film ini menggabungkannya dengan komedi khas Jawa Timuran menjadi hal yang cukup menarik untuk dilihat.

pada penayangan di hari ke 6 saya coba datang ke bioskop di NSC Demak untuk menonton film Harusnya Horror, lalu pertanyaannya, apakah Sekawan Limo memang sebagus dan selucu itu atau malah hanya mengandalkan komedi khas Bayu Skak saja? Berikut adalah review pribadi dari diri saya sendiri dan menurut keyakinan saya.


Sinopsis Singkat: Sekawan Limo

Film Sekawan Limo mengisahkan perjalanan lima orang sahabat yaitu Bagas yang diperankan oleh Bayu Skak, Lenni diperankan oleh Nadya Arina, Dicky diperankan oleh Firza Valaza, Juna diperankan oleh Benidictus Siregar, dan Andrew diperankan oleh Indra Pramujito yang melakukan pendakian ke Gunung Madyopuro.

Namun sejak awal mereka sudah melakukan sebuah kesalahan karena tidak mematuhi aturan yang ada. Dalam cerita film ini terdapat mitos bahwa rombongan pendaki harus berjumlah genap dan para pendaki juga tidak diperbolehkan untuk menoleh ke belakang.

Karena aturan tersebut dilanggar, berbagai kejadian aneh mulai terjadi sepanjang perjalanan mereka. Kelima orang ini kemudian mulai mendapatkan teror dari sesuatu yang tidak terlihat sampai akhirnya mereka menyadari bahwa ada satu hal yang sangat aneh di antara mereka.

Salah satu dari kelima orang tersebut ternyata bukan manusia.


POV: Opini Jujur dan Hal-Hal yang Menarik Dari Film Ini

Komedi Yang Terasa Natural

Menurut saya pribadi salah satu kekuatan terbesar dari film Sekawan Limo ada pada bagian komedinya. Dari awal sampai pertengahan film, komedi yang diberikan menurut saya terasa cukup natural dan tidak terlalu memaksakan jokes agar penonton tertawa.

Gaya komedi yang dibawa juga cukup kental dengan karakter Jawa Timuran. Beberapa jokes terasa seperti obrolan ketika sedang nongkrong bersama teman, sehingga tidak terlalu terasa seperti sebuah dialog yang memang sengaja dibuat untuk menjadi lucu.

Hal seperti ini menurut saya cukup penting untuk film horror komedi karena terkadang ada film yang terlalu berusaha terlihat lucu sampai akhirnya jokes yang diberikan malah terasa seperti "sok asik".

Di Sekawan Limo saya merasa komedinya lebih organik karena muncul dari interaksi antar karakter dan situasi yang sedang mereka alami.

Tapi tentu saja tidak semua jokes akan cocok untuk semua orang. Selera humor setiap orang berbeda dan beberapa jokes yang menurut saya lucu mungkin saja bagi orang lain terasa biasa saja.

Detail Pendakian Yang Cukup Matang

Hal lain yang menurut saya cukup menarik adalah bagaimana film ini memberikan detail mengenai kegiatan pendakian.

Menurut saya film ini tidak hanya menggunakan gunung sebagai tempat untuk meletakkan cerita horror saja, tetapi juga cukup memperhatikan berbagai detail yang berhubungan dengan kegiatan mendaki.

Mulai dari aturan pendakian, api unggun, sampai bagaimana para karakter menghadapi perjalanan mereka terasa cukup diperhatikan.

Saya pribadi cukup suka ketika sebuah film melakukan riset terhadap dunia yang sedang mereka gunakan sebagai latar cerita. Karena kalau detail kecil seperti ini dibuat asal-asalan, penonton yang memang memahami dunia pendakian bisa langsung merasa bahwa film tersebut tidak melakukan riset dengan baik.

Di Sekawan Limo sendiri menurut saya detail pendakiannya cukup membantu membuat cerita terasa lebih hidup.

Chemistry Antar Karakter

Untuk chemistry antar pemain menurut saya juga menjadi salah satu bagian yang menarik.

Kelima karakter tidak langsung dibuat menjadi sahabat yang sangat dekat sejak awal cerita. Hubungan mereka berkembang melalui konflik dan berbagai kejadian yang mereka alami selama pendakian.

Menurut saya cara seperti ini justru membuat dinamika kelompok mereka terasa lebih natural.

Ada konflik, ada saling curiga, ada bercanda dan ada juga situasi dimana mereka harus bekerja sama untuk menghadapi masalah yang terjadi.

Hal ini membuat saya merasa bahwa pengembangan karakter dalam film ini cukup berhasil dan tidak terlalu dipaksakan.

Eksekusi Flashback

Namun bukan berarti film ini tidak memiliki kekurangan.

Salah satu bagian yang menurut saya cukup mengganggu adalah penggunaan flashback untuk menjelaskan latar belakang beberapa karakter.

Menurut saya sebenarnya konsep flashback tersebut tidak buruk, karena penonton memang membutuhkan informasi mengenai latar belakang karakter. Tetapi masalahnya ada pada bagaimana bagian tersebut dimasukkan ke dalam alur cerita.

Di beberapa bagian saya merasa flashback tersebut seperti dipaksakan masuk ketika cerita sedang berjalan sehingga sedikit mengganggu ritme film.

Padahal menurut saya bagian awal sampai pertengahan film sudah cukup menarik tanpa harus terlalu banyak menjelaskan sesuatu melalui flashback.

Bagian Ending Yang Kurang Maksimal

Kekurangan berikutnya menurut saya ada di bagian akhir film.

Kalau dibandingkan dengan bagian awal dan pertengahan yang cukup menarik, ketika memasuki bagian akhir saya merasa kualitas filmnya sedikit mengalami penurunan.

Bukan berarti ending-nya benar-benar buruk, tetapi menurut saya eksekusinya masih kurang maksimal dibandingkan dengan bagaimana film ini membangun cerita sebelumnya.

Saya pribadi berharap bagian akhirnya bisa memberikan sesuatu yang lebih kuat setelah sebelumnya penonton dibawa mengikuti berbagai kejadian selama pendakian.


Kelebihan dan Kekurangan Dari Film Sekawan Limo

Kelebihan:

Komedi yang natural. Menurut saya komedi dalam film ini terasa lebih organik dan tidak terlalu memaksakan jokes. Banyak humor yang muncul dari interaksi antar karakter dan situasi yang mereka alami.

Detail teknis pendakian cukup matang. Film ini cukup memperhatikan berbagai detail mengenai kegiatan mendaki gunung sehingga latar pendakiannya terasa lebih meyakinkan.

Pengembangan karakter cukup bagus. Chemistry antar karakter berkembang melalui konflik dan perjalanan mereka sehingga tidak terasa seperti dipaksakan harus langsung akrab sejak awal.

Identitas Jawa Timuran cukup kuat. Gaya bahasa dan komedi yang digunakan memberikan identitas tersendiri bagi film ini.

Kekurangan:

Eksekusi flashback kurang mulus. Menurut saya penggunaan flashback untuk menjelaskan latar belakang karakter terkadang terasa dipaksakan dan sedikit mengganggu alur cerita.

Ending kurang maksimal. Bagian akhir menurut saya tidak sekuat bagian awal dan pertengahan film sehingga meninggalkan sedikit rasa kurang puas.

Tidak semua jokes cocok untuk semua penonton. Walaupun saya merasa komedinya natural, tetap saja ada beberapa humor yang mungkin hanya akan terasa lucu bagi penonton yang memang cocok dengan gaya komedi Jawa Timuran.

Kesimpulan: Layak Ditonton Atau Lewati Saja

Secara keseluruhan film Sekawan Limo menurut saya merupakan film horror komedi yang cukup menarik untuk ditonton.

Film ini memang tidak sempurna dan masih memiliki beberapa kekurangan terutama pada bagian flashback dan ending yang menurut saya kurang maksimal. Tetapi ketika berbicara mengenai komedi, chemistry antar karakter dan detail mengenai dunia pendakian, film ini menurut saya cukup berhasil memberikan sesuatu yang menarik.

Saya juga cukup suka dengan bagaimana Bayu Skak membawa identitas Jawa Timuran ke dalam film ini. Komedinya tidak terlalu terasa dibuat-buat dan lebih seperti percakapan antar teman ketika sedang melakukan perjalanan bersama.

Kalau kalian menyukai film horror komedi dengan komedi khas Jawa Timuran dan cerita mengenai pendakian gunung, menurut saya Sekawan Limo cukup layak untuk kalian tonton.

Film ini mungkin bukan film horror yang akan membuat kalian ketakutan sepanjang film, tetapi perpaduan antara horror, komedi, persahabatan dan suasana pendakian membuat Sekawan Limo mempunyai daya tariknya sendiri.

Untuk rating pribadi dari saya, Sekawan Limo saya berikan 7,5/10.
Review Film Agak Laen: Dari Siniar Jadi Film Komedi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Review Film Agak Laen: Dari Siniar Jadi Film Komedi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Agak Laen


Biasanya saya lebih sering menonton film di NSC Demak, tetapi kali ini pengalaman menontonnya terasa sedikit berbeda karena saya sedang menikmati waktu liburan di Semarang. Selain jalan-jalan, tentunya saya juga ingin mencari hiburan lain, dan salah satu pilihan yang saya ambil adalah pergi ke bioskop. Kebetulan, film yang saya pilih kali ini adalah Agak Laen, yang saya tonton di XXI DP Mall Semarang.

Jika dibandingkan dengan suasana di NSC Demak, XXI DP Mall Semarang terasa jauh lebih ramai. Hal itu semakin terasa ketika saya masuk ke dalam studio. Terlihat cukup banyak anak remaja yang datang bersama temannya atau keluarganya untuk menyaksikan film Agak Laen. Kalau bicara soal komedi Indonesia, sebenarnya ada cukup banyak film yang bisa membuat saya tertawa.

Tapi belakangan ini ada satu film yang menurut saya cukup menarik perhatian.

Bukan hanya karena filmnya lucu.

Tetapi karena film ini berasal dari sesuatu yang awalnya mungkin tidak semua orang menyangka bisa berkembang sejauh ini.

Film tersebut adalah Agak Laen.

Saya sendiri sudah cukup sering mendengar nama Agak Laen sebelum filmnya keluar.

Awalnya memang lebih dikenal sebagai podcast atau siniar komedi yang dibawakan oleh empat orang yaitu Boris, Indra, Bene dan Oki.

Dan ketika kemudian mereka membuat film sendiri, saya cukup penasaran.

Karena menurut saya membuat orang tertawa lewat podcast dengan membuat orang tertawa lewat film adalah dua hal yang berbeda.

Di podcast mereka bisa mengandalkan obrolan, spontanitas dan chemistry.

Tapi di film mereka harus memiliki cerita yang jelas.

Harus ada konflik.

Harus ada perkembangan karakter.

Dan yang paling penting...

komedinya tetap harus bisa bekerja.

Nah, ketika akhirnya saya menonton Agak Laen, saya justru cukup terkejut.

Karena film ini ternyata bukan sekadar film yang memasukkan empat orang komedian lalu membiarkan mereka bercanda selama dua jam.

Ada cerita.

Ada konflik.

Ada drama.

Dan tentu saja...

ada banyak hal gila yang membuat saya beberapa kali tertawa.

Pertanyaannya, apakah Agak Laen benar-benar sebagus itu?

Sinopsis Singkat: Agak Laen

Cerita bermula dari empat orang sahabat yaitu Boris, Indra, Bene dan Oki yang bekerja mengelola sebuah rumah hantu di pasar malam.

Masalahnya, rumah hantu tersebut tidak terlalu ramai.

Pengunjungnya sedikit dan usaha mereka hampir saja bangkrut.

Sampai akhirnya terjadi sebuah kejadian yang benar-benar tidak mereka rencanakan.

Seorang caleg meninggal dunia di dalam rumah hantu tersebut.

Karena panik dan takut dengan apa yang akan terjadi, keempat sahabat tersebut akhirnya memutuskan untuk menyembunyikan jenazah sang caleg di dalam area rumah hantu.

Dan di sinilah semuanya mulai menjadi semakin kacau.

Karena ternyata setelah kejadian tersebut, rumah hantu mereka justru menjadi semakin ramai.

Orang-orang mulai penasaran.

Rumah hantu mereka menjadi viral.

Dan tanpa mereka sadari, kematian sang caleg justru membuat bisnis mereka semakin sukses.

Masalahnya...

mereka sekarang harus menjalankan bisnis yang semakin ramai sambil menyembunyikan rahasia yang sebenarnya bisa menghancurkan mereka kapan saja.

Dan dari sinilah kekacauan Agak Laen benar-benar dimulai.

POV: Opini Jujur dan Hal Hal Yang Menarik Dari Film Ini

Awalnya Saya Mengira Film Ini Hanya Akan Mengandalkan Komedi

Ini mungkin salah satu kekhawatiran saya sebelum menonton.

Karena Agak Laen memang sudah dikenal sebagai kelompok komedi.

Jadi saya sempat berpikir film ini akan menjadi film yang isinya hanya orang-orang bercanda dari awal sampai akhir.

Tidak ada cerita yang terlalu serius.

Tidak ada konflik yang benar-benar penting.

Pokoknya...

yang penting lucu.

Tapi ternyata saya cukup salah.

Justru menurut saya salah satu kekuatan terbesar film ini ada di bagian ceritanya.

Komedi memang menjadi bagian utama.

Tapi komedi tersebut tidak terasa seperti ditempelkan begitu saja ke dalam cerita.

Ada konflik yang terus berkembang.

Ada masalah yang semakin besar.

Dan semakin lama masalah yang mereka hadapi justru semakin rumit.

Awalnya hanya ingin membuat rumah hantu mereka ramai.

Kemudian ada orang meninggal.

Jenazah disembunyikan.

Rumah hantu menjadi viral.

Dan dari situ masalah baru terus muncul.

Menurut saya alurnya cukup menarik karena setiap keputusan yang mereka ambil justru membuat masalah berikutnya menjadi semakin besar.

Jadi bukan tipe film yang setelah satu masalah selesai kemudian semuanya kembali normal.

Justru semakin mereka mencoba memperbaiki keadaan...

semuanya semakin kacau.

Komedinya Menurut Saya Memang “Agak Laen”

Nah, kalau bagian ini tentu saja tidak bisa saya lewatkan.

Nama filmnya saja Agak Laen.

Dan menurut saya komedinya memang...

agak laen.

Ada banyak jenis komedi yang digunakan di film ini.

Mulai dari situasi absurd, satir, inside jokes sampai interaksi antar karakter yang menurut saya terasa cukup natural.

Dan yang saya suka adalah komedinya tidak selalu muncul karena ada karakter yang sengaja mengatakan sesuatu yang lucu.

Kadang justru situasinya yang membuat lucu.

Karakter berada dalam kondisi serius.

Tapi keputusan yang mereka ambil justru semakin membuat situasinya kacau.

Dan di situlah saya beberapa kali tertawa.

Menurut saya ini jauh lebih menarik dibandingkan kalau setiap beberapa menit film harus memasukkan punchline hanya supaya penonton tertawa.

Karena humor yang muncul dari situasi terasa lebih menyatu dengan cerita.

Saya Suka Chemistry Keempat Pemeran Utamanya

Menurut saya salah satu alasan kenapa film ini bisa bekerja adalah chemistry antara Boris, Indra, Bene dan Oki.

Keempat karakter tersebut terasa seperti benar-benar sudah lama berteman.

Mereka punya karakter masing-masing.

Ada yang lebih panik.

Ada yang lebih nekat.

Ada yang mencoba berpikir.

Dan ada juga yang kadang justru membuat masalah menjadi semakin besar.

Interaksi seperti ini membuat film terasa hidup.

Bukan seperti empat orang yang kebetulan berada di dalam satu film.

Tapi benar-benar seperti empat orang sahabat yang sudah terbiasa menghadapi masalah bersama.

Dan menurut saya hal seperti ini memang penting dalam film yang menggunakan kelompok karakter utama.

Karena kalau chemistry-nya tidak terasa, komedinya juga kemungkinan akan terasa dipaksakan.

Tapi di Agak Laen saya justru cukup menikmati interaksi mereka.

Oki Rengga Menurut Saya Cukup Mengejutkan

Dari keempat pemeran utama, salah satu yang menurut saya cukup menarik perhatian adalah Oki Rengga.

Bukan berarti pemeran lainnya tidak bagus.

Menurut saya semuanya punya peran masing-masing.

Tapi Oki menurut saya berhasil menunjukkan bahwa dia tidak hanya bisa menjadi sumber komedi.

Ada beberapa bagian ketika film mulai masuk ke sisi yang lebih emosional.

Dan di situ saya merasa akting Oki cukup kuat.

Perubahannya dari adegan yang lucu ke adegan yang lebih serius menurut saya terasa cukup natural.

Ini juga menjadi salah satu hal yang membuat film tidak terasa hanya sebagai film komedi.

Karena ketika ceritanya mulai membawa karakter ke kondisi yang lebih emosional, kita sebagai penonton masih bisa mengikuti perasaan karakter tersebut.

Jadi kita tidak hanya tertawa.

Ada beberapa momen yang membuat saya juga merasa kasihan dan ikut merasakan masalah yang mereka hadapi.

Film Ini Punya Konflik Yang Lebih Kompleks Dari Yang Saya Bayangkan

Awalnya saya pikir konfliknya sederhana.

Empat orang mengelola rumah hantu.

Ada orang meninggal.

Mereka menyembunyikan jenazah.

Selesai.

Ternyata tidak sesederhana itu.

Masalah yang muncul terus berkembang.

Dan yang menurut saya menarik adalah film tidak hanya memberikan satu konflik utama.

Ada juga konflik personal dari masing-masing karakter.

Jadi semakin film berjalan, kita tidak hanya dibuat penasaran bagaimana mereka akan menyelesaikan masalah jenazah tersebut.

Tetapi juga bagaimana masing-masing karakter menghadapi masalah mereka sendiri.

Menurut saya ini yang membuat durasi film terasa cukup panjang.

Film ini memiliki durasi sekitar dua jam.

Dan memang ada beberapa bagian yang sempat membuat saya merasa,

“Ini masih panjang juga ya?”

Tapi setelah melihat bagaimana konflik masing-masing karakter berkembang, saya bisa memahami kenapa film membutuhkan durasi tersebut.

Karena kalau dipotong terlalu banyak, mungkin perkembangan karakternya justru tidak akan terasa.

Setting Pasar Malam dan Rumah Hantunya Menurut Saya Menarik

Saya juga cukup suka dengan setting yang digunakan dalam film ini.

Pasar malam.

Rumah hantu.

Lampu-lampu.

Suasana tempat hiburan yang ramai.

Menurut saya setting seperti ini memberikan identitas tersendiri untuk film.

Apalagi sebagian besar cerita memang berhubungan dengan rumah hantu tersebut.

Jadi tempatnya bukan hanya menjadi latar belakang.

Rumah hantu tersebut justru menjadi bagian penting dari cerita.

Dan menurut saya ini membuat film terasa lebih unik.

Karena kalau dipikir-pikir, konsepnya memang cukup sederhana.

Empat orang mengelola rumah hantu yang sepi.

Tapi kemudian tempat tersebut berubah menjadi ramai karena sesuatu yang seharusnya menjadi masalah.

Dari situ film kemudian membangun banyak sekali kekacauan.

Saya Suka Karena Semua Konfliknya Tidak Dibiarkan Begitu Saja

Salah satu hal yang menurut saya cukup penting dalam film komedi adalah bagaimana film tersebut menyelesaikan ceritanya.

Karena kadang ada film komedi yang memang lucu sepanjang jalan.

Tapi ketika sampai akhir...

bingung mau ditutup bagaimana.

Agak Laen menurut saya cukup berhasil menghindari masalah tersebut.

Konflik utama tetap memiliki penyelesaian.

Konflik personal masing-masing karakter juga mendapatkan perhatian.

Jadi ketika film selesai, saya tidak merasa seperti masih ada banyak hal yang sengaja dibiarkan menggantung hanya demi membuat film terlihat kompleks.

Menurut saya penyelesaian seperti ini membuat pengalaman menonton terasa lebih lengkap.

Kita sudah tertawa.

Sudah melihat kekacauan mereka.

Sudah melihat konflik berkembang.

Dan akhirnya kita juga mendapatkan penutup dari semua masalah tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Dari Film Agak Laen

Kelebihan

1. Naskahnya Menurut Saya Cukup Matang

Ini mungkin menjadi salah satu kelebihan terbesar film.

Komedi dan cerita terasa menyatu.

Bukan sekadar memasukkan adegan lucu di tengah cerita.

Justru banyak adegan lucu muncul karena situasi yang sedang mereka hadapi.

Dan menurut saya ini membuat komedinya terasa lebih natural.

2. Chemistry Keempat Pemeran Utama Sangat Terasa

Boris, Indra, Bene dan Oki menurut saya memiliki chemistry yang bagus.

Mereka terasa seperti benar-benar sudah lama berteman.

Interaksi antar karakter juga menjadi salah satu sumber komedi terbesar dalam film.

3. Komedinya Beragam

Film ini tidak hanya mengandalkan satu jenis humor.

Ada situasi absurd.

Ada satir.

Ada inside jokes.

Dan ada juga komedi yang muncul dari tingkah laku karakter.

Jadi sepanjang film saya tidak merasa jenis humornya terlalu monoton.

4. Aktingnya Tidak Hanya Mengandalkan Komedi

Ini yang cukup saya suka.

Ketika film masuk ke bagian yang lebih serius, para pemain tetap bisa membawa emosinya.

Terutama Oki Rengga yang menurut saya cukup berhasil ketika harus berpindah dari adegan komedi ke adegan yang lebih emosional.

5. Setting Pasar Malamnya Menarik

Pasar malam dan rumah hantu memberikan suasana yang cukup unik.

Apalagi hampir seluruh kekacauan utama berhubungan dengan tempat tersebut.

Jadi setting-nya terasa memiliki fungsi dalam cerita.

6. Konfliknya Tuntas

Menurut saya ini penting.

Film berhasil memberikan penyelesaian untuk konflik utama maupun konflik personal para karakter.

Jadi setelah selesai menonton, saya merasa ceritanya memang sudah selesai.

Kekurangan

1. Durasi Sempat Terasa Panjang

Kalau saya harus mencari kekurangan, mungkin ini salah satunya.

Durasi sekitar dua jam memang sempat terasa cukup panjang.

Ada beberapa bagian dimana saya mulai berpikir,

“Ini masih belum selesai?”

Tapi seperti yang saya bilang sebelumnya, setelah melihat keseluruhan cerita, saya bisa memahami kenapa durasinya cukup panjang.

Karena ada empat karakter utama yang harus mendapatkan perkembangan cerita masing-masing.

Jadi menurut saya ini lebih kepada masalah tempo daripada masalah cerita.

Kesimpulan: Apakah Agak Laen Layak Ditonton?

Setelah selesai menonton Agak Laen, menurut saya film ini memang lebih dari sekadar film komedi yang dibuat oleh empat orang komedian.

Awalnya saya cukup penasaran apakah chemistry yang selama ini mereka miliki di siniar bisa diterjemahkan ke dalam film.

Dan ternyata...

bisa.

Bahkan menurut saya salah satu kekuatan terbesar film ini memang ada di chemistry keempat pemeran utamanya.

Tapi bukan hanya itu.

Cerita film ini juga ternyata cukup matang.

Komedi tidak terasa seperti tempelan.

Konfliknya berkembang.

Karakter-karakternya memiliki masalah masing-masing.

Dan semuanya kemudian disatukan dalam satu cerita yang cukup kacau.

Saya juga suka bagaimana film ini bisa membuat saya tertawa tetapi di beberapa bagian juga memberikan momen yang cukup emosional.

Jadi film ini tidak hanya bermain di satu sisi.

Ada komedi.

Ada drama.

Ada konflik.

Dan semuanya tetap terasa berada di dalam satu cerita.

Kalau ditanya apakah Agak Laen merupakan film komedi Indonesia yang menarik untuk ditonton?

Menurut saya iya.

Terutama kalau kalian memang suka komedi yang tidak terlalu serius tetapi tetap memiliki cerita yang jelas.

Buat saya pribadi, salah satu hal paling menarik dari film ini justru adalah bagaimana sesuatu yang awalnya terlihat sederhana bisa berkembang menjadi masalah yang sangat besar.

Empat orang.

Satu rumah hantu.

Satu jenazah.

Dan kemudian semuanya menjadi kacau.

Kalau dipikir-pikir...

memang agak laen.

Menurut saya film ini juga menjadi contoh bahwa film komedi tidak harus mengorbankan cerita hanya demi membuat penonton tertawa.

Kita masih bisa mendapatkan komedi yang absurd, tetapi di saat yang sama tetap mendapatkan karakter dan konflik yang cukup kuat.

Untuk saya sendiri, Agak Laen adalah salah satu film komedi Indonesia yang cukup berhasil menggabungkan tawa dan cerita dalam satu paket.

Kalau kalian belum pernah menonton film ini dan sedang mencari tontonan Indonesia yang ringan, lucu, tetapi tetap punya cerita...

boleh banget coba Agak Laen.

Apalagi kalau ditonton bareng teman atau pasangan.

Karena menurut saya film seperti ini memang lebih seru kalau ditonton ramai-ramai.

Dan setelah selesai menonton, kemungkinan besar kalian juga akan punya bahan untuk membicarakan adegan-adegan paling absurdnya.

Kalau dari saya sendiri?

8/10.

Bukan film yang sempurna karena durasinya sempat terasa panjang.

Tapi secara keseluruhan, saya cukup menikmati film ini.

Dari siniar...

kemudian menjadi film...

dan akhirnya bisa membawa cerita mereka ke layar lebar dengan tetap mempertahankan identitas komedinya.

Menurut saya itu sendiri sudah cukup menarik.