Dari awal menonton episode pertama Keluarga Cemara: The Series, saya sebenarnya cukup penasaran dengan bagaimana serial ini akan membawa kembali cerita tentang sebuah keluarga yang harus menghadapi berbagai macam masalah dalam kehidupan sehari-hari, walaupun banyak yang antusias saat film ini diputar, hal ini bisa dilihat dari cukup banyaknya orang remaja yang datang ke bioskop NSC Demak ketika film ini ditayangkan.
Karena menurut saya Keluarga Cemara memang mempunyai daya tarik tersendiri.
Bukan karena ceritanya harus mempunyai konflik yang besar.
Bukan juga karena harus ada drama yang terlalu berat.
Tapi justru karena masalah-masalah sederhana yang dialami oleh keluarga ini terasa cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dan setelah selesai menonton episode pertamanya, menurut saya serial ini memang mencoba mempertahankan hal tersebut.
Masalahnya sederhana.
Tentang sekolah.
Tentang tanggung jawab.
Tentang ekonomi keluarga.
Tentang kesalahan yang harus diperbaiki.
Dan tentu saja tentang bagaimana sebuah keluarga saling membantu ketika salah satu anggota keluarganya sedang menghadapi masalah.
Sinopsis Singkat: Keluarga Cemara The Series
Episode pertama Keluarga Cemara: The Series memperlihatkan kehidupan keluarga yang masih harus menghadapi berbagai macam tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu fokus utama episode ini adalah Eis.
Eis sedang berusaha membagi waktunya antara kegiatan di sekolah dan tanggung jawabnya untuk membantu orang tua di rumah.
Di sekolah sendiri, Eis mempunyai keinginan untuk mengikuti lomba cerdas cermat bersama teman-temannya.
Tapi di sisi lain, ada tanggung jawab yang tetap harus dia lakukan di rumah.
Masalah kemudian menjadi semakin rumit ketika Eis dan teman-temannya secara tidak sengaja merusak akuarium sekolah.
Mereka akhirnya harus bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.
Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan patungan dan berjualan kue untuk mengumpulkan uang demi mengganti akuarium yang rusak.
Sementara itu, Emak juga sedang berusaha mengembangkan usaha ayam gepreknya.
Emak mencoba meyakinkan seorang investor agar mau membantu mengembangkan usahanya.
Namun seperti yang bisa dibayangkan, usaha tersebut juga tidak berjalan semudah yang diharapkan.
Dari sinilah beberapa masalah dalam keluarga mulai saling berhubungan.
Ada masalah Eis di sekolah.
Ada usaha Emak yang sedang diperjuangkan.
Dan ada keluarga yang harus saling membantu untuk menghadapi semuanya.
POV: Opini Jujur Menurut Saya Soal Episode Ini
Masalahnya Sederhana Tapi Terasa Dekat
Salah satu hal yang saya suka dari episode pertama ini adalah masalah yang diberikan tidak terasa terlalu dibuat-buat.
Tidak ada konflik yang terlalu besar.
Tidak ada masalah yang terasa seperti harus dibuat dramatis hanya supaya penonton tertarik.
Justru masalah yang muncul terasa seperti masalah yang bisa saja terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Anak yang ingin mengikuti kegiatan sekolah tetapi masih mempunyai tanggung jawab di rumah.
Anak yang melakukan kesalahan dan harus mencari cara untuk memperbaikinya.
Orang tua yang sedang berusaha mencari jalan keluar dari masalah ekonomi keluarga.
Menurut saya hal-hal seperti ini membuat Keluarga Cemara terasa cukup membumi.
Karena mungkin tidak semua penonton pernah mengalami masalah yang sama persis.
Tapi perasaan dan situasinya masih cukup mudah untuk dipahami.
Konflik Eis Menurut Saya Cukup Menarik
Menurut saya konflik Eis menjadi salah satu bagian yang paling menarik dari episode ini.
Eis berada di posisi dimana dia ingin melakukan sesuatu yang dia sukai bersama teman-temannya.
Tapi di sisi lain dia juga mempunyai tanggung jawab di rumah.
Dan menurut saya hal seperti ini cukup dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja.
Kadang mereka ingin melakukan kegiatan bersama teman.
Ingin mengikuti lomba.
Ingin bermain.
Tapi tetap ada tanggung jawab yang harus dilakukan di rumah.
Jadi konflik Eis sebenarnya sederhana.
Tapi justru karena sederhana tersebut saya merasa konfliknya cukup mudah untuk dipahami.
Apalagi ketika masalah akuarium sekolah kemudian muncul.
Eis dan teman-temannya tidak hanya bisa menghindari masalah tersebut.
Mereka harus mencari cara untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah mereka lakukan.
Dan menurut saya ini menjadi salah satu pesan yang cukup bagus dari episode pertama.
Kesalahan Tidak Bisa Begitu Saja Ditinggalkan
Saya cukup suka dengan bagaimana serial ini menunjukkan bahwa ketika melakukan kesalahan, ada konsekuensi yang harus dihadapi.
Eis dan teman-temannya tidak hanya dimarahi.
Mereka juga diberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan tersebut.
Mereka patungan.
Mereka berjualan kue.
Mereka berusaha mengumpulkan uang untuk mengganti akuarium yang rusak.
Menurut saya bagian seperti ini cukup penting.
Karena anak-anak tidak hanya diajarkan bahwa melakukan kesalahan itu salah.
Tetapi juga diajarkan bahwa ketika sudah melakukan kesalahan, kita harus berusaha memperbaikinya.
Dan menurut saya pesan seperti ini justru terasa lebih kuat karena dimasukkan ke dalam cerita tanpa harus terlalu banyak memberikan ceramah kepada penonton.
Hubungan Abah dan Eis Terasa Hangat
Salah satu hal yang menurut saya cukup menarik adalah hubungan antara Abah dan Eis.
Abah tidak hanya menjadi sosok orang tua yang langsung memarahi ketika anak melakukan kesalahan.
Ada sisi dimana Abah mencoba memahami keadaan Eis.
Menurut saya hal seperti ini membuat hubungan mereka terasa cukup natural.
Karena menjadi orang tua bukan hanya tentang memberikan aturan kepada anak.
Tetapi juga tentang bagaimana orang tua bisa menjadi tempat anak untuk bercerita dan belajar ketika mereka melakukan kesalahan.
Dan menurut saya hubungan seperti inilah yang menjadi salah satu kekuatan Keluarga Cemara.
Bukan hanya masalah yang mereka hadapi.
Tetapi bagaimana setiap anggota keluarga menghadapi masalah tersebut bersama-sama.
Perjuangan Emak Juga Menambah Cerita
Selain cerita Eis, saya juga cukup tertarik dengan perjuangan Emak dalam mengembangkan usaha ayam gepreknya.
Karena dari sini kita bisa melihat bahwa masalah keluarga bukan hanya datang dari anak-anak.
Orang tua juga mempunyai perjuangan mereka sendiri.
Emak harus berusaha meyakinkan investor.
Harus membagi waktu.
Dan tetap harus menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.
Menurut saya bagian ini membuat cerita menjadi lebih lengkap.
Kalau hanya berfokus pada masalah Eis di sekolah, ceritanya mungkin akan terasa seperti drama keluarga yang hanya berpusat pada anak.
Tapi dengan adanya perjuangan Emak, kita bisa melihat bahwa setiap anggota keluarga sebenarnya mempunyai masalah masing-masing.
Dan semuanya tetap harus saling mendukung.
Keluarga Cemara Memang Tidak Membutuhkan Konflik yang Terlalu Besar
Menurut saya salah satu hal yang cukup menarik dari Keluarga Cemara adalah bagaimana cerita bisa terasa cukup emosional meskipun masalahnya sebenarnya sederhana.
Tidak harus ada konflik yang luar biasa.
Tidak harus ada plot twist besar.
Tidak harus ada masalah yang membuat penonton terus bertanya-tanya apa yang akan terjadi.
Cukup dengan memperlihatkan sebuah keluarga yang sedang berusaha menjalani kehidupan sehari-hari.
Menurut saya justru di situlah daya tariknya.
Karena penonton bisa lebih mudah melihat diri mereka sendiri di dalam cerita.
Entah itu sebagai anak.
Sebagai orang tua.
Atau mungkin sebagai seseorang yang sedang berusaha memperbaiki kesalahan yang pernah dibuat.
Alurnya Menurut Saya Cukup Ringan
Untuk masalah alur, menurut saya episode pertama ini cukup mudah diikuti.
Memang ada beberapa masalah yang diperkenalkan.
Ada masalah Eis di sekolah.
Ada masalah akuarium.
Ada kegiatan berjualan kue.
Ada usaha Emak.
Tapi semuanya masih bisa diikuti dengan cukup mudah.
Menurut saya tempo ceritanya juga tidak terlalu lambat.
Setiap masalah mempunyai fungsi untuk memperlihatkan karakter dan hubungan antar tokoh.
Walaupun karena episode ini menjadi pembuka serial, ada beberapa karakter dan konflik yang diperkenalkan dalam waktu yang cukup berdekatan.
Tapi untuk saya pribadi hal tersebut masih bisa diterima.
Karena memang episode pertama biasanya digunakan untuk memperkenalkan dunia dan karakter yang akan menjadi bagian dari cerita berikutnya.
Pesan Moral Menurut Saya Cukup Kuat
Kalau berbicara mengenai pesan moral, menurut saya ini justru menjadi salah satu kekuatan terbesar episode pertama.
Ada tentang kejujuran.
Ada tentang tanggung jawab.
Ada tentang berani mengakui kesalahan.
Dan ada juga tentang bagaimana keluarga saling membantu ketika sedang menghadapi masalah.
Menurut saya pesan seperti ini memang sangat cocok dengan konsep Keluarga Cemara.
Karena dari awal cerita ini memang bukan hanya ingin menunjukkan masalah sebuah keluarga.
Tetapi juga ingin menunjukkan bagaimana keluarga tersebut menghadapi masalah bersama-sama.
Dan menurut saya itu terasa cukup jelas di episode pertama ini.
Tapi Ada Beberapa Bagian yang Menurut Saya Masih Kurang
Walaupun saya cukup menikmati episode pertamanya, bukan berarti semuanya terasa sempurna.
Menurut saya ada beberapa bagian yang masih bisa dikembangkan.
Beberapa Konflik Terasa Datang Bersamaan
Karena ini merupakan episode pertama, cukup banyak konflik yang harus diperkenalkan.
Ada masalah Eis.
Ada masalah sekolah.
Ada akuarium yang rusak.
Ada usaha Emak.
Dan ada masalah ekonomi keluarga.
Menurut saya hal ini memang diperlukan untuk membangun cerita.
Tapi di beberapa bagian saya merasa ceritanya sedikit terlalu padat.
Bukan berarti sulit dipahami.
Hanya saja saya merasa beberapa konflik mungkin bisa diberikan ruang yang lebih banyak supaya penonton bisa lebih mengenal karakter yang terlibat.
Beberapa Karakter Pendukung Belum Terlalu Dalam
Menurut saya karena fokus utama episode ini cukup banyak berada pada Eis dan keluarganya, beberapa karakter pendukung belum mendapatkan porsi yang terlalu besar.
Padahal menurut saya karakter-karakter tersebut sebenarnya bisa menjadi bagian menarik dari cerita.
Tapi karena ini baru episode pertama, saya masih bisa memakluminya.
Mungkin saja karakter-karakter tersebut akan mendapatkan perkembangan yang lebih banyak di episode berikutnya.
Kelebihan dan Kekurangan Dari Episode Ini Menurut Opini Saya Pribadi
Kelebihan
1. Ceritanya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari
Menurut saya masalah yang diberikan cukup sederhana tetapi mudah dipahami.
Masalah sekolah, keluarga dan ekonomi semuanya terasa cukup realistis.
2. Pesan moralnya cukup kuat
Kejujuran dan tanggung jawab menjadi bagian penting dari cerita.
Menurut saya pesan tersebut juga disampaikan melalui tindakan karakter, bukan hanya melalui dialog.
3. Hubungan antar anggota keluarga terasa hangat.
Interaksi Abah, Emak dan Eis membuat suasana keluarga dalam serial ini terasa cukup kuat.
Ada masalah, tetapi mereka tetap berusaha saling mendukung.
4. Cocok untuk ditonton bersama keluarga
Menurut saya serial seperti ini memang cukup cocok untuk ditonton bersama keluarga.
Tidak terlalu berat.
Masalahnya mudah dipahami.
Dan ada beberapa nilai positif yang bisa didapatkan setelah menonton.
Kekurangan
1. Konfliknya cukup banyak untuk ukuran episode pertama
Menurut saya ada cukup banyak hal yang ingin diperkenalkan dalam satu episode.
Hal ini membuat beberapa bagian terasa sedikit padat.
2. Beberapa karakter pendukung belum terlalu mendapatkan porsi
Karena fokus utama berada pada Eis dan keluarganya, beberapa karakter lain menurut saya masih terasa belum terlalu berkembang.
3. Ceritanya mungkin terasa terlalu sederhana bagi sebagian penonton
Untuk saya pribadi sebenarnya ini bukan masalah.
Tapi kalau kalian mencari cerita dengan konflik yang besar atau plot twist yang mengejutkan, mungkin episode pertama ini bukan tipe tontonan seperti itu.
Kesimpulan: Layak Di Tonton Atau Lewati Saja?
Setelah selesai menonton episode pertama Keluarga Cemara: The Series, menurut saya serial ini cukup menarik untuk dilanjutkan.
Bukan karena episode pertamanya memberikan cerita yang luar biasa kompleks.
Justru sebaliknya.
Saya cukup menikmati karena masalah yang diberikan terasa sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ada anak yang ingin mengikuti kegiatan sekolah.
Ada tanggung jawab di rumah.
Ada kesalahan yang harus diperbaiki.
Ada orang tua yang sedang berusaha memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Dan ada keluarga yang mencoba menghadapi semuanya bersama-sama.
Menurut saya hal seperti inilah yang membuat Keluarga Cemara tetap mempunyai daya tarik.
Karena pada akhirnya keluarga bukan tentang siapa yang tidak pernah melakukan kesalahan.
Tetapi tentang bagaimana ketika salah satu anggota keluarga melakukan kesalahan, anggota keluarga lainnya tetap ada untuk membantu.
Saya juga cukup suka dengan cara serial ini menyampaikan pesan mengenai kejujuran dan tanggung jawab.
Eis melakukan kesalahan.
Tapi dia tidak hanya diminta untuk meminta maaf.
Dia juga harus berusaha memperbaiki kesalahan tersebut.
Dan menurut saya itu adalah pesan yang cukup bagus untuk penonton anak-anak maupun orang dewasa.
Kalau kalian mencari serial keluarga yang ringan, mempunyai pesan moral dan ceritanya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari, menurut saya Keluarga Cemara: The Series bisa menjadi salah satu pilihan.
Tapi kalau kalian berharap mendapatkan konflik yang sangat besar sejak episode pertama, mungkin kalian perlu menurunkan ekspektasi.
Karena menurut saya kekuatan serial ini memang bukan pada konflik yang besar.
Kekuatan utamanya justru ada pada cerita sederhana tentang keluarga.
Tentang bagaimana mereka menghadapi masalah.
Tentang bagaimana mereka saling mendukung.
Dan tentang bagaimana sebuah keluarga tetap menjadi tempat untuk pulang ketika kehidupan sedang tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk episode pertamanya sendiri, menurut saya Keluarga Cemara: The Series sudah cukup berhasil memberikan gambaran mengenai apa yang ingin dibawa oleh serial ini.
untuk rating IMDb sendiri, saat saya melihatnya film ini mendapatkan 8.0/10.